Industri Kelapa Sawit Masih Menjadi Penggerak Utama Perekonomian RI

0
203

Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian Lukita D Tuwo mengatakan, pemerintah tetap akan menjadikan industri kelapa sawit sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, untuk menjawab tantangan global, tata kelola perkebunan sawit nasional harus lebih berkelanjutan.

“Sangat penting menerapkan nilai-nilai ekonomi hijau dalam pembangunan sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Lukita yang mewakili Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11/2016).

Lukita mengatakan, sektor perkebunan kelapa sawit telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan sumbangan ekspor yang mencapai hampir 20 miliar dollar Amerika Serikat, tidak saja berkontibusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mensejahterakan 16 juta petani dan pelaku usaha lain dalam mata rantai industri kelapa sawit nasional.

“Kita bersyukur Indonesia memiliki komoditas sawit karena ini adalah produk yang merupakan keunggulan kompetitif nasional. Tanpa produk yang memiliki daya saing, sulit suatu negara bisa sejahtera,” tutur Lukita.

Menurut Lukita, Kemenko Perekonomian telah mengeluarkan paket kebijakan untuk meningkatkan daya saing, menjaga nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi. “Semua target pencapaian makro ekonomi itu bisa dicapai dengan sektor kelapa sawit,” ucap Darmin.

Menjawab tuntutan global, pihaknya berharap pelaku usaha juga memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan seperti dalam pemanfaatan lahan gambut. Sehingga bisa dihindari terjadinya kerugian ekonomi misalnya akibat kebakaran lahan yang tidak terkendali.

Sementara itu, Dirjen Perundingan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo mengatakan, kampanye negatif sawit dari negara-negara Barat harus dijawab dengan diplomasi, perkuatan riset, serta penerapan tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan.

“Pemerintah sadar bahwa sektor perkebunan kelapa sawit adalah keunggulan kompetitif Indonesia. Tetapi kita juga harus bisa menyesuaikan dengan tuntutan global terkait isu keberlanjutan,” pungkasnya.