KELISTRIKAN : SOSIALISASI SAFETY TIADA HENTI

0
302

Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat (PLN DJB) merupakan Unit PLN terbesar di Indonesia, wilayah operasi yang luas, lebih dari 35.222 km² dengan daya tersambung sebesar 21.32 GVA dan konsumen yang mencapai lebih dari 12 juta pelanggan atau 19.5 % dari jumlah pelanggan PLN secara nasional. Wilayah dan beban kerja yang sedemikian besarnya, dikelola oleh Area dan Area Pengatur Distribusi (APD), dengan komposisi sebagai berikut: Area : 15 Unit, Area Pengatur Distribusi (APD) : 1 Unit, Rayon : 91 Unit. Adapun Unit-unit Pelaksana tersebut adalah : APD Jawa Barat, Area Bandung, Area Bekasi, Area Bogor, Area Cianjur, Area Cimahi, Area Cirebon, Area Depok, Area Garut, Area Gunung Putri, Area Karawang, Area Majalaya, Area Purwakarta, Area Sukabumi, Area Sume­dang dan Area Tasikmalaya.

Dengan bentang kerja seluas itu, maka wajarlah jika PLN DJB menekankan tentang pentingnya keselamatan kerja. Di mana keselamatan itu terkait individu, lingkungan dan segala aspek kerja yang dihasilkannya.

Listrik untuk kepentingan semua lapisan masyarakat, tentunya butuh pengelolaan yang lebih ekstra termasuk dengan sumber daya manusianya. Di mana kerja profesional harus dilengkapi dengan perlengkapan/peralatan keselamatan kerja yang benar-benar terlindungi serta aman. Menurut General Manager PLN DJB, Iwan Purwana, pihaknya sangat concern dengan masalah K3. Sebagai badan usaha milik negara, maka PLN menerapkan sistem yang dikenal dengan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2). Diantaranya dengan melakukan pengamanan instalasi, penyediaan tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik guna mewujudkan kondisi andal dan aman. “Selain itu, PLN DJB juga menjaga instalasi dalam kondisi aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Juga kondisi ramah lingkungan di sekitar instalasi tenaga listrik,” ujarnya.

Sumber : majalahkatiga.com