Rupiah Kembali Tertekan, Bank Indonesia Lakukan Stabilisasi

0
307

Rupiah kembali harus tertekan. Rupiah di pasar spot diperdagangkan di Rp 13.558 per dollas AS.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga rupiah tidak tertekan lebih dalam.

“BI lakukan stabilisasi, kami hari ini ada di pasar valas, kita juga lakukan lelang beli SBN, dan lelang untuk menambah likuiditas di pasar swap. Jadi BI hari ini hadir di tiga pasar ya dalam rangka stabilisasi,” ujar Mirza.

Ia menjelaskan, tertekannya mata uang Garuda itu masih dipengaruhi gejolak pasar keuangan pasca kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS.

Meski begitu, ia menuturkan bahwa gejolak tersebut hanya sementara. Saat ini kata Mirza, dunia terus menantikan arah kebijakan AS di bawah Trump.

Apakah kebijakan Trump akan merealisasikan janji-janjinya saat kampanye atau tidak. Belum jelasnya arah kebijakan AS ucap Mirza, juga menghempaskan mata uang negara lain. Mata uang di Eropa, Asia, hingga Amerika Latin pun juga melemah.

“Belum ada kejelasan arah kebijakan kabinetnya Trump ini seperti apa, apakah seperti yang diucapkan Trump saat kampanye, akan mendorong utang pemerintah meningkat, apakah akan digenjot ekonominya,” kata Mirza.

“Kalau itu dilakukan maka yang terjadi adalah rate dari bunga surat utang AS akan naik, kalau dorong ekonomi terlalu kencang maka inflasi AS akan naik lebih cepat,” lanjut ia.

Meski begitu, BI meminta masyarakat tidak perlu khawatir sebab gejolak nilai tukar hanya sementara. BI yakin gejolak nilai tukar akan reda pada Desember-Januari nanti seiring adanya kejelasan arah kebijakan Trump.